PT Multi Terminal Indonesia

  Jl. Pulau Payung No.1 Tanjung Priok Jakarta

SINERGI BUMN TURUNKAN DISPARITAS HARGA DI NATUNA

05

Sep

2017

Tanjung Priok, 5 September 2017 – Setelah dimulainya program logistik Tol Laut Trayek T-6ke Pelabuhan Selat Lampa, Natuna pada 25 Oktober 2016 lalu, program Sentra LogistikRumah Kita dikembangkan untuk menunjang kelancaran kegiatannya. Pengiriman kargo ke- 18 dengan volume lebih dari 1.100 ton dilakukan hari ini dengan Kapal KM Caraka JayaNiaga III-4 dari Dermaga 108 Terminal 2 Pelabuhan Tanjung Priok. Pengiriman inidisaksikan oleh Direksi dan jajaran PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Rajawali Nusindo (RNI group), dan PT Semen Indonesia (Persero), Tbk., Perum BULOG, PT Pelni, PT SBN.


Dalam pengiriman ini, barang-barang yang diangkut ke Natuna meliputi 20.000 sak semen(1.000 ton) minyak goreng 7,7 ton, 200 sak beras (10 ton), 1.000 sak tepung (25 ton), dankebutuhan pokok lainnya. MTI juga sekaligus mengirimkan tambahan alat bongkar muatforklift 2.5 ton untuk menunjang kelancaran kegiatan penanganan barang di Natuna.“Pelaksanaan dan kemajuan program Tol Laut dan Sentra Logistik Rumah Kita ini tidakterlepas dari Sinergi BUMN, yaitu antara PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) atau IPCmelalui anak perusahaannya PT Multi Terminal Indonesia (MTI) dengan PT Pelayaran
Nasional Indonesia (PELNI), PT Semen Indonesia (Persero), Tbk., PT Rajawali Nusindo (anakperusahaan PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau RNI, Perum BULOG, maupunBUMN terkait lainnya,” kata Andi Hamdani, Direktur Komersial dan Pengembangan BisnisPT Multi Terminal Indonesia (MTI).


Program Tol Laut Logistik Natuna ini pada awalnya digagas oleh Kementerian Perhubungandengan merangkul empat perusahaan BUMN yakni PT Pelabuhan Indonesia II (Persero)/IPCbeserta anak perusahaan IPC, PT Multi Terminal Indonesia (MTI), PT Pelayaran NasionalIndonesia (PELNI), PT Rajawali Nusindo yang merupakan bagian dari RNI Group, dan
PT Perikanan Nusantara (Persero), untuk menyediakan sarana dan prasarana transportasiserta bahan komoditas yang diangkut. Empat BUMN beserta anak perusahaan ini bersinergiuntuk membentuk rantai logistik yang menjangkau masyarakat, dengan sarana Rumah Kitasebagai Sentra Logistik di Natuna.


Sinergi BUMN yang dilakukan oleh IPC melalui PT MTI adalah melakukan penangananbarang dari dermaga ke lapangan (cargodoring), konsolidasi barang, penyediaan gudang diJakarta dan Natuna dan pendistribusian barang kepada distributor atau masyarakat.Distributor di Natuna dapat menjual barang kebutuhan pokok tersebut kepada masyarakat
dengan berpedoman pada harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.Dalam program ini, PT Pelni menyediakan kapal untuk mengangkut keperluan logistik danmelakukan bongkar muat kapal. Tol Laut Logistik menggunakan kapal berbobot 3.000 DWT
sehingga diharapkan mampu mengatasi kondisi cuaca untuk kepastian jadwal kapal. Jadwalkapal akan melayani rute Jakarta – Natuna setiap 14 hari atau dua kali sebulan untukmenjamin ketersediaan stok barang.


Sedangkan BUMN-BUMN lain menyediakan barang untuk didistribusikan ke Natuna dan/atau dibawa dari Natuna ke Jakarta sebagai kargo balikan.
“Untuk penjualannya ke masyarakat kami bekerjasama dengan para Kepala Desa danpedagang-pedagang lokal yang diperlakukan sebagai mitra. Dengan model bisnis seperti inimaka Sentra Logistik Rumah Kita dapat lebih diterima masyarakat. Bukan hanya sebagai
pusat pembelian kebutuhan pokok dan komoditi strategis masyarakat, namun juga sebagaipusat penjualan produk-produk mereka seperti rumput laut, cengkeh, kayu kelapa, ikan danlain-lain. Kargo balikan ini sekaligus menunjang keseimbangan cargo ke dan dari Natunauntuk efektivitas dan efisiensi rantai pasok. Di luar itu, MTI juga sedang menjajaki
kerjasama dengan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) dalam menyediakan fasilitas
pendukung bagi nelayan setempat,” ungkap Andi Hamdani.


Perpaduan program Tol Laut, Sentra Logistik Rumah Kita dan masyarakat setempatmenumbuhkan optimisme untuk menurunkan disparitas harga kebutuhan pokok dankomoditi strategis di Natuna maupun pulau-pulau sekitarnya. Salah satu indicator keberhasilannya adalah kisaran harga semen yang sebelumnya Rp 78.000,00 - Rp 120.000,00sekarang turun menjadi Rp 73.000,00 – Rp 90.000,00, tergantung jarak dan lokasi yangtersebar di kepulauan ini.“MTI sebagai bagian dari IPC berkomitmen mendukung Pemerintah dalam implementasi Program Tol Laut dan Sentra Logistik Rumah Kita untuk meningkatkan konektivitas nasional dan produktivitas rakyat serta daya saing di pasar internasional. Dalam jangkapanjang, program ini diharapkan tidak hanya untuk memperkecil disparitas harga dari hargaPulau Jawa, tetapi juga membantu menumbuhkan sektor ekonomi lokal berorientasi di pasarluar Kabupaten Natuna sehingga tujuan untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat dapat tercapai,” tutup Andi Hamdani

Share